Hidup
tanpa cinta mungkin takkan berwarna. Tapi tak mungkin karena tidak ada cinta
harus mengakhiri hidup. Cinta tidak hanya untuk pasangan lawan jenis. Bisa saja
cinta kepada keluarga, sahabat, alam, dll.
Tapi di
usia remaja seperti kita, kata cinta mendominasi pada lawan jenis atau seorang
pria/wanita yang kita suka atau sayangi. Dan tidak selamanya juga cinta itu
indah. Cinta itu butuh pengorbanan hati dan emosi.
Tak
selamanya juga cinta selalu saling memiliki. Cinta pada orang yang salah tentu
sering terjadi. Perasaan terluka selalu pernah dialami pada tiap tiap insan
yang pernah mengalami jatuh cinta. Cinta menambahkan semangat baru pada tiap
seseorang saat berada disekeliling orang-orang yang dicintainya. Setiap
hubungan atau jalinan cinta juga ada kalanya gagal. Meski dibangun
bertahun-tahun dengan emosi dan ketidakcocok akan hancur semudah menyusun balok
dengan satu jentikkan akan rubuh.
Untuk itu
pahamilah kesalahan kita dimasa lalu agar tidak kembali terjadi dimasa yang
akan datang. Cinta hanya perlu saling menerima kekurangan dan saling
melengkapi.
Cinta bukan
tuntutan hawa nafsu, melainkan cinta adalah perasaan berlebih dari yang
lainnya. Putus cinta jangan diluapkan dengan kesedihan yang berlebihan karena
orang mencintai kita tidak hanya dirinya seorang.
Putus cinta
adalah cara tuhan agar kita mengetahui bahwa dia bukanlah yang terbaik untuk
kita. Dan tuhan pasti akan mempertemukan sebuah cinta sejati kelak nanti. Well,
Smile kalau belum memerlukan cinta terhadap pasangan nantinya. Kita masih punya
cinta dari keluarga dan teman yang akan selalu menemani dan menjaga kita.