Jumat, 30 November 2012

Hati

Diposting oleh Yohana Tiovella di 05.29
Menangis ya, ketika perasaan tidak tahu bagaimana harus mengekspresikan perasaan. Tentu hanya air mata yang muncul dengan sendirinya. Aku tidak pernah mengerti. Mengapa pada saat aku tak ingin menangis air mata itu keluar dengan seenaknya dan mengapa ketika aku ingin sekali menangis air mata itu tak



kunjung keluar. Aku tersadar bahwa air mata tidak mau diperintah oleh mulut atau bahkan pikiranku tidak dapat mengsugestinya untuk keluar. Air mata hanya milik hati. Hanya hati yang dapat mengendalikannya.hati itu sangan spesial. Dia memiliki kekuatan. Karena hati tidak bisa berbohong atau menipu seperti mulut dan pikiran. Ketika aku tak ingin menangis, hatiku berkata lain aku tidak kuat menahan kekuatan hati. Air mataku jatuh teruai, sesuai apa yang diinginkan hati. Dengan menangis hati mengerti bahwa dengan itu aku akan sedikit merasa tenang. Aku pun mengerti jika aku ingin menangis, hati tidak pernah mengizinkan air mata itu keluar karena ia merasa itu tidak perlu. Hati tak ingin melihatku menyiakan air mata untuk hal yang tidak perlu.aku masih bisa tersenyum dan tak perlu menangis cengeng. Disaat aku berasa kuat dan tak ingin menangis, disinilah hati mengerti bahwa justru disinilah aku sangat membutuhkan air mata untuk mencari ketenangan. Untuk itu sekarang aku tak pernah ingin melarang air mata untuk memunculkan wujudnya dan tak pernah ingin memaksanya untuk muncul.:’)
 

Yohana's Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea