Aaaa....Bingung. Apa ini? Perasaan labil? aku tak pernah mampu menolak perasaan ini. Aku tau. Tau bahwa kau tak akan pernah mungkin memiliki perasaan yang sama
denganku. Terlihat. Tidak hanya dengan mata, hati pun selalu setuju setiap anggapan mata. Namun, disisi lain aku selalu berharap asa, yang tak mungkin terjalin ini.
Apakah perasaan ini akan selalu kubiarkan berdiam berbelut perih ataukah aku harus berusaha mengikis hingga ia hilang,tak tertanda? ah,hal ini selalu mengajakku berpupuh hingga raga serata kabut.
Tetapi
bagaimana denganmu? Apakah kamu merasa terusik dengan kehadiran ku? Mengapa kamu
tidak pernah mau memulai? Apakah itu jawaban dari semua tanda
tanyaku? Kamu tak ingin membuatku luka karena kecewa atas anggapanmu. Yang kau tau, itu tak sesuai akan asa yang kuharap. Ataukah kamu memiliki asa yang serupa,namun mati tak berjejak terbunuh oleh egois dan gengsimu. Ah, aku tak mengerti. Jika kau menyukai dan bahkan mencintai, kau akan datang walau hanya sekedar bersinggah tak untuk menetap. Menyapa walau sekedar dengan kata tak berguna. Memperhatikan walau dengan sebelah mata kirimu. Sampai saat ini? satu aksara pun tak ternyatakan. Terimakasih. Aku mengerti. Aku memang harus mengikis asa ini hingga hilang untuk selamanya.