Perjalanan Batam ke Medan menggunakan kapal pelni ini memakan waktu dua hari. Bayangkan saja jika dua hari berada di kapal tanpa melakukan apa-apa sungguh membosankan. Untungnya aku membawa modem dan laptopku dengan menggunakan Telkom Flash aku bisa mengakses internet kapan saja dan dimana saja. Perjalananku selama dikapal tentu tidak terasa membosankan.
Setelah sampai di pelabuan Medan, kami telah dijemput oleh om dan tante. Perjalanan dari pelabuhan menuju rumah nenek memakan waktu 3 jam. Sesampai dirumah nenek, kami langsung disambut oleh sanak saudara yang telah lebih dulu sampai dirumah nenek. Bayangkan saja dalam satu rumah berkumpul enam kelurga. Wow, begitu ramai.
Dan kami tidak hanya berdiam dirumah nenek, sayang sekali bukan jauh-jauh datang ke Medan tidak menyinggahi tempat - tempat yang menjadi fenomena menarik disini. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat yang melegenda yaitu Danau Toba dan Pulau Samosir. Dengan keluarga yang begitu ramai kami melakukan perjalanan dengan menggunakan 3 mobil.
Nah, tempat yang langsung kami tuju adalah Parapat. Parapat adalah wilayah sekitar Danau Toba yang dijadikan pelabuhan jika ingin menuju ke Pulau samosir. Perjalanan dari rumah nenek menuju parapat memakan waktu 5 jam. Sesampainya di pelabuhan parapat kami masih harus menunggu kapal roro yang akan kami tumpangi. Sambil menunggu, aku tak mau menyia-nyiakan moment dan kesempatan. Aku pun langsung mengambil gambar pemandangan disekitar Danau Toba. Sunggu indah. Air Danau Toba yang tenang dan bukit penuh hamparan pepohonan. Aku pun bisa langsung berbagi moment ini ke berbagai sosial media karena aku menggunakan paket internet dari telkom flash. Sungguh nyaman dan menyenangkan walaupun harus menunggu lama di pelabuhan.
Ada satu hal menarik yang jarang ku temui. Ketika melihat anak - anak yang sedang asik berenang tiba - tiba seorang wisatawan melempari mereka dengan beberapa koin dengan berenang cepat mereka segera berebut mengambil uang koin tersebut jika dapat mereka akan menunjukkannya kepada si pelempar koin. Sungguh hiburan yang menyenangkan melihat bereka berenang cepat dan menyelam ke dalam air untuk mengambil koin tersebut. Aku pun dengan nekad mengambil koin dan melemparnya sejauh mungkin berharap mereka tidak dapat mengambilnya. Lemparanku memang cukup jauh, tapi tak kusangka mereka dapat menemukannya. Kini aku semakin takjub pada anak - anak ini.
Akhirnya, kapal roro yang akan kami tumpangi telah tiba. Kami pun segera menaiki kapal. Perjalanan menuju Pulau Samosir ini akan memakan waktu satu jam. Sambil menunggu, di kapal aku menjelajahi tentang Danau Toba ini di Internet.
Ternyata dulunya jika kita menggunakan kapal speed boat kita dapat melihat batu gantung yang menjadi fenomena. Dulunya batu gantung ini adalah manusia yang saling menjalin cinta tetapi tidak direstui sehingga mereka memutuskan untuk bunuh diri dengan jatuh dari bukit sebelum sampai di bawah mereka dikutuk menjadi batu. Itulah sebabnya mengapa disebut batu gantung. Tetapi aku tidak bisa melihat batu gantung tersebut karena kapal roro ini tidak melewati bukit dimana batu gantung itu berada.
Keasikan bermain internet aku pun dipanggil ibuku untuk turun dari kapal menuju mobil. Sesampai di Pulau Samosir matahari tampak mulai menghilang, digantikan bulan dan bintang yang menyapa hangat. Kami pun langsung menuju penginapan yang telah kami sewakan.
Sesampai di penginapan kami pun langsung menuju kamar masing - masing. Aku dengan segara mandi dan beristirahat di kamar. Ketika malam hari, Danau Toba sungguh tenang dan udaranya sangat dingin. Walaupun telah memakai jaket yang cukup tebal, aku masih dapat merasakan hawa dingin yang menusuk tulang. Sungguh dingin. Untuk makan malam kami pun melakukan baberque di halaman penginapan lumayan sambil menghangatkan tubuh.
Setelah menghabiskan ikan bakar dan saat itu telah larut malam kami pun kembali ke kamar masing - masing untuk beristirahat. Agar esok hari dapat melanjutkan perjalanan.
Esoknya kami melakukan perjalanan dengan berjalan kaki. Berziarah ke makam leluhur, melihat atraksi patung sigale - gale yang penuh mistis, dan membeli berbagai souvenir untuk oleh - oleh.
Sebelum matahari tenggelam kami pun segera mengakhir perjalanan kami di pulau semosir ini menuju parapat dan kembali ke rumah. Sungguh perjalanan yang menyenangkan. Tidak hanya sampai disini tempat yang kami kunjungi karena masih banyak perjalanan yang lain dan tak kalah serunya. Tunggu di post selanjutnya yaa!